-->

SPIRITNEWS BERITANYA: LUGAS, JUJUR DAN DAPAT DIPERCAYA

**** SPIRITNEWS "AYO KITA MEMILIH PEMIMPIN YANG PEDULI KEPENTINGAN RAKYAT DAN YANG MENGUTAMAKAN KEBUTUHAN RAKYAT , " ****
Kapolri, Kerusuhan Manokwari Papua Barat Diduga Berawal Dari Kabar Hoaks
Kapolri, Kerusuhan Manokwari Papua Barat Diduga Berawal Dari Kabar Hoaks

Kapolri, Kerusuhan Manokwari Papua Barat Diduga Berawal Dari Kabar Hoaks

Foto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Bersama Gubernur Jatim, saat memberikan
keterangan pers Sehubungan kerusuhan di Manokwari Papua Barat.

Jakarta SpiritNews.com.- Kepala Kepolisian (Kapolri) Republik Indonesia, Jenderal Tito Karnavian saat memberikan keterangan pers mengatakan bahwa kerusuhan yang terjadi di Manokwari Papua Barat, diduga berawal dari hoaks yang sengaja dikembangkan oleh pihak-pihak tertentu, untuk itu, pihaknya meminta pada semua pihak untuk ikut meredam kesalahpahaman ini.
Foto, Situasi kerusuhan di Manokwari Paupua Barat,

Pada kesempatan tersebut, Kapolri juga menjelaskan bahwa aksi massa di Papua ini di ‘triger’ dari adanya kejadian di Kawa Timur, khususnya di Surabaya dan Malang, menurutnya, ada kesalahpahaman yang terjadi saat itu, jelasnya.

Diungkapkan bahwa di malam itu sebetulnya hanya peristiwa kecil, yang sebetulnya sudah dilokalisir, dan diselesaikan oleh muspida setempat baik Ibu Gubernur, Kapolda maupun Pangdam, sudah dinetralisir tapi kemudian muncul hoaks, ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa kemarin memang ketriger gara-gara ada kesalapahaman dan membuat kata-kata yang kurang nyaman. Sehingga sahabat-sahabat kita yang ada di Papua merasa terusik dengan bahasa-bahasa seperti itu, katanya.

Serta ada pihak-pihak yang mengembangkan kejadian yang ada di Surabaya dan Malang, katanya, Pada Hari Senin Tanggal 19/8/2019, seperti dilansir oleh beberapa media online, termasuk online.spirit.com.

Kapolri juga menambahkan bahwa persoalan itu sebenarnya sudah dilokalisir oleh muspida setempat, namun, ada kesimpangsiuran informasi atau kesalah pahaman, sehingga membuat warga Papua merasa terusik.

“Ada kesimpangsiuran informasi, kemudian mungkin ada yang membuat kata-kata yang kurang nyaman sehingga saudara kita yang ada di Papua mungkin merasa terusik dengan bahasa seperti itu dan ada pihak-pihak yang mengembangkan informasi seperti itu untuk kepentingan mereka sendiri,” tambahnya.

Ia menambahkan, munculnya hoaks mengenai kata yang kurang etis dan ada juga hoaks gambar seolah-olah warga dari Papua yang meninggal, menjadi berkembang dan dikembangkan oleh oknum tertentu, sehingga membuat mobilisasi massa membuat kerusuhan.

“Jadi saya minta kepada saudara-saudara kita yang ada di Papua, saya sendiri pernah menjadi bagian dari Papua, dua tahun saya berdinas di sana, sangat memahami kondisi psikologis saudara kita di Papua, jangan mudah terpancing, dengan berita-berita yang tidak benar,” tegasnya. (*).

Baca juga:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.