INDEPENDEN DAN TERPERCAYA

****ONLINE.SPIRIT.COM**** DITERBITKAN OLEH : YAYASAN SPIRIT NURHIKMAH, ****NOMOR : 12.AKT-NH/ SKU-IV/2015 SK PENGESAHAN KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM, ****NOMOR AHU - 0005801.AH.011.04/TAHUN 2015 , TANGGAL: 20 APRIL 2015****,--SELALU MENDAHULUKAN, CEK DAN RICEK, DENGAN PRINSIP NETRALITAS, AKUNTABEL SERTA TERPERCAYA, DALAM PENYIARAN DENGAN MENULIS SESUAI PAKTA, ITULAH KORAN SPIRITNEWS " JADIKANLAH KORAN DAN ONLINE-SPIRITNEWS.COM,BACAAN SEHARI HARI, SERTA MEDIA PEMBERITAAN SEGALA KEGIATANNYA "****
Progres Proyek Energi Equity Epic di Kabupaten Wajo Capai Rp 4 Triliun
Progres Proyek Energi Equity Epic di Kabupaten Wajo Capai Rp 4 Triliun

Progres Proyek Energi Equity Epic di Kabupaten Wajo Capai Rp 4 Triliun

Foto, Prof. HM. Nurdin Abdullah, di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel.

Makassar, SpiritNews.com.- Direktur Utama Energi Equity Epic Sengkang, Andi Ryianto melaporkan progres proyek senilai Rp 4 triliun di Kabupaten Wajo kepada Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. HM. Nurdin Abdullah, di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Sabtu (13/7/2019).

Hal tersebut merupakan hasil yang membahagiakan pihak Energi Equity Epic, sebab kata Andi Ryianto Gubernur Sulawesi Selatan dan Bupati Wajo, Amran Mahmud memberikan dukungan penuh atas pembangunan di Kabupaten Wajo.

"Pak Gubernur secara langsung memberikan jaminan kepada Perusda dengan mitranya PT. South Sulawesi LNG untuk meneruskan kegiatannya. Dengan adanya dukungan dari Pak Gubernur dan Pak Bupati, akan dibantu dengan mengeluarkan surat dukungan karena memang ini persoalan administrasi saja," jelas Andi Ryianto usai berdiskusi panjang dengan Gubernur Sulsel.

Andi Ryianto mengaku, proyek senilai triliunan itu masih terkendala mengenai administrasi di Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

"Jadi ini diberi penguatan, Insya Allah bisa melanjutkan pekerjaan, menyelesaikan konstruksi disana (Kabupaten Wajo) yang nilainya hampir Rp 4 triliun, dan sekarang sementara terhenti karena masalah administrasi dengan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup," bebernya.

Sambung HM Nurdin Abdullah menuturkan, jika sudah selesai perizinan, maka pekerjaan bisa selesai dalam jangka waktu selama 6 bulan sampai 1 tahun, ungkap Nurdin.

"6 bulan sampai 1 tahun paling lama sudah bisa berproduksi, menghasilkan pendapatan, baik bagi investor dan pemerintah provinsi dan kabupaten melalui partisipasi interaksi yang 10 persen, dan itu nilainya besar," katanya.

Lebih lanjut, Andi Ryianto menjelaskan, untuk lapangan Kampung Baru sendiri tidak ada masalah dan sudah selesai semua dan beroperasi sekitar 97 persen. Sekarang ini untuk lapangan kedua Walang Sepeng Binge atau Wasambo itu sekitar 50 persen sudah selesai.

"Namun belum selesai karena persoalan di hilirnya di LNG nya, kerjasama antara Perusda dengan PT. South Sulawesi LNG itu masih terkendala masalah administrasi di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, itu yang menjadi kendala sehingga kami belum bisa meneruskan dan menyelesaikan itu," pungkasnya. (*).

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.