SPIRITNEWS.COM INDEPENDEN TERPERCAYA

****ONLINE-SPIRIT.COM****DITERBITKAN OLEH: PT. LAZUARDI BUKIT BINTANG NOMOR AHU-0041037.AH.01.TAHUN 2018, PENGESAHAN BADAN HUKUM PERSERO TERBATAS, DITETAPKAN DI JAKARTA 30 AGUSTUS 2018, NOMOR DAFTAR PESEROAN NOMOR AHU-0113857.AH.01.11. TAHUN 2018 TANGGAL 30 AGUSTUS 2018, * SELALU MENDAHULUKAN CEK DAN RICEK,DENGAN PRINSIP NETRALITAS, AKUNTABEL SERTA TERPERCAYA,DALAM PENYIARAN DENGAN MENULIS SESUAI PAKTA,ITULAH KORAN SPIRITNEWS "JADIKANLAH KORAN SPIRITNEWS DAN ONLINE-SPIRIT.COM,BACAAN SEHARI HARI,SERTA MEDIA PEMBERITAAN SEGALA KEGIATANNYA "****
Camat Marbo dan Kepala Dinas Kesehatan ke Lokasi Yang Terkena Wabah Penyakit
Camat Marbo dan Kepala Dinas Kesehatan ke Lokasi Yang Terkena Wabah Penyakit

Camat Marbo dan Kepala Dinas Kesehatan ke Lokasi Yang Terkena Wabah Penyakit

Foto, Camat Marbo Mappaturung, S. Sos dan Kepala Dinas Kesehatan 
Hj dr. Nilal fauziah .M .Kes, berkunjung ke rumah warga yang 
terkena penyakit menular, di Desa Pattopakang.

Spirit News.com . Pemerintah Kabupaten (Bupati) Takalar H Syamsari Kitta perintahkan Camat Marbo Mappaturung, S. Sos dan Kepala Dinas Kesehatan Hj dr. Nilal fauziah .M .Kes, bekerjasama dengan Puskesmas Pattopakang, telah melakukan penyelidikan epidemiologi untuk \mencari penyebab penyakit tersebut.
Foto, Petugas Kesehatan sedang sosialisasi terhadap keluarga pasien/

Namun sebelumnya, Bupati H Syamsari Kitta telah mendapatkan informasi kalau di Desa Panyangkalan Kec. Marbo dan Desa Tuju Kec. Bangkala Selatan, telah terjadi penyebaran penyakit yang belum di ketahui secara pasti penyebabnya, dari dasar itu secara spontan perintahkan Camat Marbo bersama Kadiskes Kab Takalar, Pada Tanggal 26 April 2019.

Sementara menurut Camat Marbo Mappaturung, S Sos, menuturkan bahwa gejala penyakit yang menyerang masyarakat di Desa Panyangkalang di awali dengan demam tinggi, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, nyeri tulang yang hebat, diare, mual dan muntah, katanya.

Lanjut Mappaturung, S. Sos Saat ini telah dilakukan pengambilan sampel darah beberapa penderita oleh BTLK propinsi sulsel dan selanjutnya di kirim ke laboratorium surabaya untuk mencari penyebab pasti penyakit tersebut.

Sedangkan Menurut petugas dari  BTLK bersama-sama dgn pihak dinas kesehatan propinsi Sulsel yg turun juga ke lapangan di curigai mengarah ke penyakit chikunguya atau Zika tapi untuk diagnosa pastinya kita tunggu hasil pemeriksaan yg di lakukan disurabaya.

Sementara itu dari  Dinas Provinsi Virus Chikunguya atau zika di sebarkan melalui gigitan nyamuk aedes aygipti yg juga penyebab penyakit demam berdarah, jelasnya.

Mappaturung, S.Sos, menuturkan bahwa seharian saya dengan Petugas  Puskesmas Pattopakang bersama dengan  Kepala Dinas Kesehatan Kab. Takalar Hj. dr. Nilal Fauziah,M.Kes, telah melakukan Pencegahan dan pengendalian penyakit dan kami telah menyusuri dari rumah ke rumah di wilayah Desa Panyangkalan, untuk mencari masyarakat yang mengalami gejala penyakit tersebut.

Diungkapkan pula pihak Puskesmas juga telah mengambil sampel darah masyarakat untuk di periksa, Kadiskes Kab Takalar berharap agar untuk berobat di puskesmas atau rumah sakit agar mendapat perawatan yang lebih baik, ungkapnya.

Hal itu, disampaikan kepada masyarakat dengan tujuan untuk mengantisipasi semakin menyebarnya penyakit tersebut, Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar Perintahkan Petugas Puskesmas Pattopakang secepatnya membuka posko siaga penanggulangan penyakit di Poskesdes Panyangkalan, ataua di Desa Desa di wilayah kerjanya.

Sambung Camat Marbo mengistruksikan kepada para Kepala Desa  se-Kecamatan Marbo terutama di Desa Panyangkalang, agar melakukan kerja bakti untuk pemberantasan saran nyamuk, akhirnya Camat Marbo juga intruksi  buat Kepala Puskesmas Pattopakang agar melakukan foggin untuk pemberantasan saran nyamuk.

Mappaturung, juga menjelaskan bahwa saat ini, penderita yang di temukan oleh petugas Puskesmas di Desa Panyangkalan sebanyak 10 orang, 1 orang sudah dirawat di PKM Buludoang dan 2 orang dirawat di RS H. Padjonga Dg Ngalle Kabupaten Takalar dan yang lainnya di rawat di rumahnya dan untuk Desa Tuju ķhususnya di Dusun Garonggong lebih banyak penderita yang di temukan oleh tim medis. (Narang).

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.