-->

SPIRITNEWS BERITANYA: LUGAS, JUJUR DAN DAPAT DIPERCAYA

****ONLINE-SPIRIT.COM****DITERBITKAN OLEH: PT. LAZUARDI BUKIT BINTANG NOMOR AHU-0041037.AH.01.TAHUN 2018, PENGESAHAN BADAN HUKUM PERSERO TERBATAS, DITETAPKAN DI JAKARTA 30 AGUSTUS 2018, NOMOR DAFTAR PESEROAN NOMOR AHU-0113857.AH.01.11. TAHUN 2018 TANGGAL 30 AGUSTUS 2018, * SELALU MENDAHULUKAN CEK DAN RICEK,DENGAN PRINSIP NETRALITAS, AKUNTABEL SERTA TERPERCAYA,DALAM PENYIARAN DENGAN MENULIS SESUAI PAKTA,ITULAH KORAN SPIRITNEWS "JADIKANLAH KORAN SPIRITNEWS DAN ONLINE-SPIRIT.COM,BACAAN SEHARI HARI,SERTA MEDIA PEMBERITAAN SEGALA KEGIATANNYA "****
Paur Prod Penrem 141/Tp, Hari Juang Kartika Hari Ultahnya TNI-AD Rencana di Pusatkan  di Lapangan Merdeka Bone
Paur Prod Penrem 141/Tp, Hari Juang Kartika Hari Ultahnya TNI-AD Rencana di Pusatkan  di Lapangan Merdeka Bone

Paur Prod Penrem 141/Tp, Hari Juang Kartika Hari Ultahnya TNI-AD Rencana di Pusatkan di Lapangan Merdeka Bone


Foto Baleho peringatan Hari Juang Kartika Hari Ultahnya TNI-AD

SpiritNews.com.- Hari Ulang tahunnya TNI AD  Tanggal 15 Desember 2018 yang lebih dikenal dengan Hari Juang Kartika (HJK), artinya bertambah satu tahun lagi usia TNI AD dari semenjak usia kelahiranya 73 tahun yang lalu. Kalau dilihat dari runut sejarahnya HJK diambil dari peristiwa besar perang antara pejuang yang dikomandoi Pangsar Jenderal Soedirman dalam peristiwa Palagan Ambarawa, dimana kondisi tentara pejuang atau TNI AD ketika itu dengan kondisi senjata yang masih apa adanya dan masih jauh dari modern dibanding dengan penjajah Belanda, tapi tentara kita  mampu membuat bertekuk lutut Belanda di Ambara.
Kemenangan yang didapat itu, didorong oleh semangat patrotisme yang terus membara lebih baik mati berkalang tanah dari pada hidup terjajah kembali oleh Belanda, merdeka atau mati itulah semboyan yang terus dikobarkan dalalm semangat perlawanan mengusir Belanda. Melihat situasi yang dihadapi dan kondisi medan diwilayah Ambarawa yang sekelilingnya diapit oleh pegunungan, Pangsar Jenderal Soerdirman  dengan anak buahnya berupaya mencari taktik jitu untuk melumpuhkan Belanda,  taktik tersebut dikenal dengan Supit Urang dengan pengepungan rangkap dari dua sisi yang membuat musuh betul-betul terkurung dan tidak bisa keluar sehinggga dapat dilumpuhkan.

Peristiwa Palagan Ambarawa membuat Belanda berpikir ulang untuk berperang, dan bagi para pejuang TNI dikala itu, jelas memberikan bukti bahwa patriotisme, semangat juang dan kekompakan dalam satu komando perang ditunjang dengan taktik perang yang jitu, telah membangkitkan moril dan kepercayaan para pejuang bangsa kita untuk mempertahankan kemerdekaan yang masih seumur jagung. Didalam peristiwa Palagan Ambarawa  tersebut  boleh dikatakan ini adalah bagian dari sebuah perang darat yang berhasil dimenangkan TNI, untuk itulah peristiwa Palagan Ambarawa oleh TNI AD dijadikan  hari kelahirannya yang dikenal dengan Hari Juang Kartika (HJK) TNIAD.

Kita berharap bertambahnya usia, dapat disikapi oleh TNI AD dengan sikap untuk merefleksi diri untuk membenahi segala kekurangan dan kelemahan yang ada, dan bertekad kuat untuk memberikan yang terbaik dalam tugasnya. TNI AD tidak boleh jauh dari rakyat tapi justru harus memiliki kepekaan dan simpati terhadap berbagai persoalan rakyat, jika memang TNI AD ingin dicintai rakyatnya, kemudian dalam tugas TNI AD harus menunjukkan kualitas keprofesionalannya sebagai wujud pertanggungjawabannya terhadap rakyat.

Rencananya HJK tahun 2018 ini akan dilaksanakan terpusat dalam upacara sederhana di Lapangan Merdeka Kab. Bone (15/12), nantinya akan ada sejumlah parade dan demonstrasi kebolehan prajurit yang dapat disaksikan oleh masyarakat, semoga tetap maju dan jaya selalu dan dapat menjadi pengawal bangsa yang dapat diandalkan.(*).

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.