INDEPENDEN TERPERCAYA UTAMAKAN CEK AND RICEK

ONLINE-SPIRIT.COM,--SELALU MENDAHULUKAN, CEK DAN RICEK, DENGAN PRINSIP UTAMA NETRALITAS, AKUNTABEL SERTA TERPERCAYA, DALAM PENYIARAN MENULIS SESUAI PAKTA, ITULAH MEDIA SPIRITNEWS " AYO JADIKAN KORAN DAN ONLINE-SPIRITNEWS.COM,BACAAN SEHARI HARI, SERTA MEDIA PEMBERITAAN DARI SEGALA KEGIATANNYA " PESTA DEMOKRASI TAK LAMA LAGI AYO SELURUH RAKYAT INDONESIA MENENTUKAN PEMIMPIN YANG TERBAIK UNTUK BANGSA DAN NEGARA YANG KITA CINTAI INI "
Pangdam Mayjen TNI Surawahadi di Anugrahi Gelar Adat “To Pawennei”
Pangdam Mayjen TNI Surawahadi di Anugrahi Gelar Adat “To Pawennei”

Pangdam Mayjen TNI Surawahadi di Anugrahi Gelar Adat “To Pawennei”

Foto, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi, S.I.P., M.Si dianugerahi gelar adat “To Pawennei” dari Datu Luwu Andi Maradang Mackulau Opu To Bau. 

SpiritNews.com.- Kunjungan kerja selama tiga hari, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi, S.I.P., M.Si dianugerahi gelar adat “To Pawennei” dari Datu Luwu Andi Maradang Mackulau Opu To Bau. Penganugerahan tersebut, berlangsung di Istana Kedautan Luwu, Rabu (24/10).
Berdasarkan pemantauan awak media ini, nampak pemberian gelar Gelar adat To Pawennei untuk Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi, bermakna sebagai insan Penyayang dan Pengasih.

Prosesi adat itu, dimulai setelah kedatangan Pangdam XIV/Hasanuddin bersama rombongan, yang sebelumnya mengelilingi kompleks Istana Kedautan Luwu sebanyak tiga kali, kemudian disambut dengan tarian penyambutan.

Dengan tenda keemasan Ripasessu Ri Manrawe, melewati sembilan batang bambu berwarna-warni, Ripabissa aje (Membasuh kaki), Ri pasitengkereng lawolo (Dialog sakral bahasa bissu), Ripallejja tana menroja (Memoles kaki dengan tanah), dan Ripattudu umpa sikati (Menghentakkan kaki di periuk tanah) Ri Wata Lawolo (Dituntun dengan lawolo).

Gelang keemasan Riampori Wenno Ulaweng, dihamburkan beras keemasan atau Ripallibu ri lamming pulaweng, mengelilingi singgasana atau Ripallejja lebba janna, serta menginjak lempengen emas, perak dan kuningan (Ripatudang ri lamming) didudukkan di singgasana dan Ripakkuru sumange atau didoakan semangat, mata batin, nurani dan sukmanya.

Proses dilanjutkan dengan memasangkan Sigerra atau Mahkota oleh Opu Patunru, Dewan Adat Kedautan Luwu kepada Pangdam Mayjen TNI Surawahadi, yang dilanjutkan pemberian Tappi atau Kris Kerajaan, serta pemasangan pin Kedautan.

“Terimakasih atas gelar ini, semoga makna gelar adat yang diberikan ini selalu melekat pada kami," ujar Pangdam.

Hadir dalam prosesi adat itu, Danrem 142/Tatag Kolonel Inf Taufiq Sobri, Asintel Kasdam Kolonel Inf Andi Asmara Dewa, Aslog Kasdam Kolonel Czi Galih Sehendro, Walikota Palopo H. M. Judas Amir, Dandim 1403/Sawerigading Letkol Inf M. Imasfy, Ketua DPRD Palopo Drs. Harisal Latif dan para Dewan Adat Kedautan Luwu. (*).

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.