ONLINE-SPIRIT.COM, INDEPENDEN TERPERCAYA

****ONLINE-SPIRIT.COM****DITERBITKAN OLEH: YAYASAN SPIRIT NURHIKMAH,*NOMOR : 12.AKT-NH/ SKU-IV/2015 SK PENGESAHAN KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM,****NOMOR AHU - 0005801.AH.011.04/TAHUN 2015 , TANGGAL: 20 APRIL 2015*,SELALU MENDAHULUKAN CEK DAN RICEK,DENGAN PRINSIP NETRALITAS, AKUNTABEL SERTA TERPERCAYA,DALAM PENYIARAN DENGAN MENULIS SESUAI PAKTA,ITULAH KORAN SPIRITNEWS "JADIKANLAH KORAN SPIRITNEWS DAN ONLINE-SPIRIT.COM,BACAAN SEHARI HARI,SERTA MEDIA PEMBERITAAN SEGALA KEGIATANNYA "****
Kapolda Baharuddin Djafar,Minta Maaf Pada Wartawan
Kapolda Baharuddin Djafar,Minta Maaf Pada Wartawan

Kapolda Baharuddin Djafar,Minta Maaf Pada Wartawan


Foto,Kapolda Sulbar Brigjen Pol Baharuddin Djafar.

SpiritNews.com.- Kapolda Sulbar Brigjen Baharuddin Djafar, meminta maaf menyusul adanya dugaan pengancaman personil Polri kepada wartawan yang sedang meliput serah terima Pataka yang digelar Pada Hari Kamis lalu tepatnya di Lapangan Ahmad Kirang.
   
Sementara dikatakan Brigjen  Pol Baharuddin Djafar,bahwa laporan itu sangat positif untuk memperbaiki kinerja aparatnya ke depan,selama kita memandang sesuatu itu dari aspek postif,tentu saja hasilnya pasti positif,jelas  Baharuddin di Mapolda,Pada Hari Kamis siang lal di Mamuju.

Pada kesempatan itu pula dsampaikan bahwa ,“Saya meminta maaf atas insiden tersebut,” kata Kapolda Sulbar, Brigjen Baharuddin saat menggelar konferensi Pers yang di Markas Polda Sulbar, dihadiri puluhan wartawan baik dari cetak,elektronik dan media daring.       

Jenderal Bintang Satu ini,mempertegas bahwa peristiwa ini akan tetap di proses, jika terbukti bersalah, itu akan diberikan sanksi dan kejadian ini mewarnai hari-hari pertama Kapolda yang dimutasi dari Mabes Polri.

Lebih jelas dikatakan oleh “Kabid Propam bahwa kita tidak perlu mencari-cari siapa pelakunya,itu tidak perlu,karena pemberitaan di media itu sudah bisa menjadi dasar untuk mencari siapa pelakunya,tegasnya semoga ke depan kata Baharuddin hal seperti ini tidak terjadi lagi,katanya.

Kami selaku pemimpin redaksi media online-spirit.com,sangat menyayangkan prilaku oknum polisi yang tidak memahami soal profesi wartawan dimana profesi wartawan adalah pilar keempat pembangunan di Indonesia,karena apapun yang dilakukan oleh pemerintah,TNI dan Polri serta BUMN dan Swasta kalau tidak melalui hasil kerja wartawan itu tidak diketahui publik.

Kejadian tersebut terjadi di halaman mapolda Sulbar. Saat itu, puluhan awak media bersama beberapa tim penerangan korem berkumpul untuk mengambil gambar. Tiba-tiba, salah satu oknum polisi menyuruh para wartawan minggir sambil mengeluarkan kata kasar.

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.