SPIRITNEWS.COM.- INDEPENDEN TERPERCAYA

****ONLINE-SPIRIT.COM****DITERBITKAN OLEH: YAYASAN SPIRIT NURHIKMAH,*NOMOR : 12.AKT-NH/ SKU-IV/2015 SK PENGESAHAN KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM,****NOMOR AHU - 0005801.AH.011.04/TAHUN 2015 , TANGGAL: 20 APRIL 2015*,SELALU MENDAHULUKAN CEK DAN RICEK,DENGAN PRINSIP NETRALITAS, AKUNTABEL SERTA TERPERCAYA,DALAM PENYIARAN DENGAN MENULIS SESUAI PAKTA,ITULAH KORAN SPIRITNEWS "JADIKANLAH KORAN SPIRITNEWS DAN ONLINE-SPIRIT.COM,BACAAN SEHARI HARI,SERTA MEDIA PEMBERITAAN SEGALA KEGIATANNYA "****
Sengketa Pilkada Takalar Sudah di MK
Sengketa Pilkada Takalar Sudah di MK

Sengketa Pilkada Takalar Sudah di MK


Foto,Papan Nama Gedung KPU Pusat

SpiritNews.com.- Inilah komentar Komisioner KPU Ida Budhiati,sehubungan dengan sengketa pilkada dikatakan bahwa ada enam daerah yang melaksanakan Pilkada serentak gugatannya berpotensi dilanjutkan di Mahkamah Konstitusi (MK) karena memenuhi syarat formil di dalam Undang-undang.

Sementara diungkapkan bahwa ke enam daerah yang dimaksud adalah Kota Salatiga, Kabupaten Takalar, Kota Yogyakarta, provinsi Sulawesi Barat dan dua daerah lainnya yang berada di Aceh dan Papua Barat.

Lanjut dikatakan bahwa kalau dari data yang sudah masuk ke kami ini memang enam daerah yang berpotensi gugatannya berlanjut di MK karena telah memenuhi syarat formil,kata Ida saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta, Minggu (26/2/2017).

Terpenuhinya syarat formil itu karena hasil perhitungan suara dari daerah yang dimaksud memiliki selisih suara yang sedikit dan jika dibagi dengan jumlah penduduk,maka MK sesuai dengan peraturan yang ada dapat menindaklanjuti hal itu.

Namun begitu, Ida menyampaikan bahwa KPU hingga saat ini akan menghormati pihak manapun yang melayangkan gugatannya ke Mahkamah Konstitusi dan akan mengikuti putusan MK yang diberikan, meskipun syarat formilnya tidak terpenuhi.

Selain itu dikatakan bahwa pihkanya pada prinsipnya menghormati jika ada gugatan yang masuk ke Mahkamah Konstitusi, meskipun jika dilihat tidak memenuhi syarat formil. Jika nanti ada putusan dari MK, misalnya, KPU akan menyesuaikan,jelas Ida.

Diketahui pasal 158 ayat (1) UU N0 10 Tahun 2016 tentang Pilkada Serentak dijelaskan bahwa provinsi dengan jumlah penduduk sampai dengan dua juta jiwa, pengajuan perselisihan perolehan suara dilakukan jika terdapat perbedaan paling banyak sebesar 2 persen dari penetapan hasil penghitungan perolehan suara oleh KPU Provinsi.

Sambungnya menuturkan bahwa provinsi dengan jumlah penduduk 2 juta hingga 6 juta, pengajuan perselisihan perolehan suara dilakukan jika terdapat perbedaan paling banyak sebesar 1,5 persen dari penetapan hasil penghitungan perolehan suara oleh KPU Provinsi.

Sementara disampaikan bahwa adapun Peraturan MK juga mengatur hal serupa namun dengan hitungan matematis yang berbeda,dalam Pasal 6 ayat (3) PMK Nomor 5 dijelaskan bahwa persentase selisih suara dihitung dari suara terbanyak berdasarkan hasil penghitungan suara. (*) Sumber berita Tribunnews.com.


Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.