INDEPENDEN DAN TERPERCAYA

****ONLINE.SPIRIT.COM**** DITERBITKAN OLEH : YAYASAN SPIRIT NURHIKMAH, ****NOMOR : 12.AKT-NH/ SKU-IV/2015 SK PENGESAHAN KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM, ****NOMOR AHU - 0005801.AH.011.04/TAHUN 2015 , TANGGAL: 20 APRIL 2015****,--SELALU MENDAHULUKAN, CEK DAN RICEK, DENGAN PRINSIP NETRALITAS, AKUNTABEL SERTA TERPERCAYA, DALAM PENYIARAN DENGAN MENULIS SESUAI PAKTA, ITULAH KORAN SPIRITNEWS " JADIKANLAH KORAN DAN ONLINE-SPIRITNEWS.COM,BACAAN SEHARI HARI, SERTA MEDIA PEMBERITAAN SEGALA KEGIATANNYA "****
Wiranto Ingatkan Aksi di Luar Lapangan Monas adalah Tindakan Ilegal
Wiranto Ingatkan Aksi di Luar Lapangan Monas adalah Tindakan Ilegal

Wiranto Ingatkan Aksi di Luar Lapangan Monas adalah Tindakan Ilegal


Foto,Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM Wiranto bersama Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman Mohammad Fachir memberikan penjelasan resmi kepada sekitar 120 orang Duta Besar terkait aksi damai yang rencananya berlangsung pada 2 Desember 2016, Jakarta, Kamis (1/12/2016).
 
SpiritNews.com.- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menegaskan bahwa aksi damai 2 Desember hanya berlangsung di lapangan Monumen Nasional (Monas).

Sementara menurut Wiranto mengingatkan agar tidak terjadi aksi di luar lapangan Monas. Jika dilakukan, aksi tersebut dianggap sebagai tindakan ilegal.

Wiranto kita ingatkan bersama, pihak yang akan laksanakan demo liar, demo di luar Monas maka aparat keamanan akan sangat tegas, akan membubarkan itu,kata Wiranto di Gedung Pancasila Kemenlu, Jakarta, Kamis (1/12/2016).

Lanjut Wiranto menyampaikan bahwa, pemerintah dan masyarakat tidak ingin aksi damai tersebut ditunggangi oleh kelompok yang berbuat aksi destruktif.

Diungkapkan bahwa di Monas mereka gelar zikir,mendoakan kebaikan,memohon kepada Tuhan keselamatan negeri ini. Di sebelah sana menghujat. Kalau mau aksi, masuklah ke Monas, zikir bersama,ucap Wiranto.

Lebih jelas menurut Wiranto mengatakan bahwa aparat keamanan dengan peserta aksi telah sepakat untuk memastikan aksi tersebut berjalan damai,jika menemukan kecurigaan oknum tertentu, peserta aksi dapat melaporkan hal itu kepada aparat kemanan dan menangkap bersama.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM ,menjelaskan bahwa mereka juga tidak ingin demo yang ini dirusak oleh oknum yang masuk ke sana tanpa tanggung jawab. Ini kalau terjadi indah sekali. Akan terjadi model musyawarah mufakat di lapangan yang buat kita tentram,ujar Wiranto.

Sambung menuturkan bahwa rencananya, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) akan kembali melanjutkan aksi unjuk rasa terkait proses hukum terhadap Ahok pada 2 Desember,ujarnya.

Jenderal Purn TNI Bintang empat ini,juga menambahkan bahwa pihak Polri memberi izin aksi digelar di Monas yang mampu menampung 600.000 orang sampai 700.000 orang dan aksi GNPF akan dimulai pada pukul 8.00 WIB dan akan diakhiri tepat waktu shalat Jumat berjemaah,tambahnya.(*). Sumber berita Kompas.com.

 

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.