-->

SPIRITNEWS BERITANYA: LUGAS, JUJUR DAN DAPAT DIPERCAYA

****ONLINE-SPIRIT.COM****DITERBITKAN OLEH: PT. LAZUARDI BUKIT BINTANG NOMOR AHU-0041037.AH.01.TAHUN 2018, PENGESAHAN BADAN HUKUM PERSERO TERBATAS, DITETAPKAN DI JAKARTA 30 AGUSTUS 2018, NOMOR DAFTAR PESEROAN NOMOR AHU-0113857.AH.01.11. TAHUN 2018 TANGGAL 30 AGUSTUS 2018, * SELALU MENDAHULUKAN CEK DAN RICEK,DENGAN PRINSIP NETRALITAS, AKUNTABEL SERTA TERPERCAYA,DALAM PENYIARAN DENGAN MENULIS SESUAI PAKTA,ITULAH KORAN SPIRITNEWS "JADIKANLAH KORAN SPIRITNEWS DAN ONLINE-SPIRIT.COM,BACAAN SEHARI HARI,SERTA MEDIA PEMBERITAAN SEGALA KEGIATANNYA "****
Kabid Humas Polda Sulsel Menjelaskan Terkait  Diamankannya Beberapa Pengunjuk Rasa di Mapolrestabes Makassar
Kabid Humas Polda Sulsel Menjelaskan Terkait  Diamankannya Beberapa Pengunjuk Rasa di Mapolrestabes Makassar

Kabid Humas Polda Sulsel Menjelaskan Terkait Diamankannya Beberapa Pengunjuk Rasa di Mapolrestabes Makassar

Foto, Kombes Pol Ibrahim Tompo, Kabid Humas Polda Sulsel.

Makassar, SpiritNews. com.- Kombes Pol Irjen Pol Ibrahim Tompo  Kabid Humas Polda Sulsel, menjelaskan soal tindakan aparat Polrestabes Makassar saat aksi unjuk rasa dari Koalisi Aktivis Mahasiswa Indonesia (KAMI), Pada Rabu (04/12/2019) di depan Mako Polrestabes Makassar, yang mengamankan beberapa orang aktivis mahasiswa.

Sementara menurut Kabid Humas Polda Sulsel tindakan aparat Polrestabes Makassar, itu  merupakan prosedur dalam upaya  menciptakan ketertiban umum dan menegakkan aturan tentang batasan untuk melakukan unjuk rasa, tutur Ibrahim.

Diungkapkan pula bahwa hal-hal yang dilarang dalam UU Nomor 9 tahun 1998 yaitu adanya kewajiban dalam pasal 6 harus menjaga ketertiban dan ketentraman umum, tidak boleh melakukan upaya penutupan jalan yang berakibat terganggunya aktivitas masyarakat, ungkap Kabid Humas.

Lebih lanjut Kombes Pol Ibrahim Tompo menyatakan langkah aparat Polrestabes Makassar tersebut  juga merupakan upaya edukasi terhadap saudara-saudara kita yang biasanya melakukan unjuk rasa melewati batas aturan, agar nantinya menyadari untuk menjaga privasi publik/masyarakat yang lain yang juga membutuhkan kenyaman sosial, dan tidak terganggu dalam menggunakan fasilitas umum, dan langkah Kapolrestabes ini diapresiasi oleh Pimpinan Polda Sulsel terkait upaya penertiban pelaksanaan unjuk rasa yang  mengganggu aktivitas masyarakat

Selain itu, disampaikan bahwa aturan  untuk larangan menutup jalan, bukan larangan berdemo,  apalagi jalur Jl. Ahmad  Yani adalah urat nadi aktivitas Masyarakat Makassar, baik untuk kegiatan perekonomian maupun yang berkaitan dengan aktiftas masyarakat lainnya , kata Kabid Humas Polda Sulsel, Pada Hari Jumat, Tanggal 06/12/2019.

Sambung Kabid Humas  juga mengatakan bahwa sebenarnya beberapa batasan-batasan tentang aturan unjuk rasa tersebut sudah disosialisasikan secara luas ke masyarakata melalui maklumat Kapolrestabes Makasaar.

Diakhir keterangan Kombes Pol Ibrahim Tompo, mengajak masyarakat untuk mendukung maklumat tersebut demi menjaga ketertiban dan menciptakan kenyamanan dalam lingkungan sosial,  tindakan mengamankan pengunjuk rasa yng dilakukan oleh Kapolrestabes Makassar merupakan prosedur untuk menciptakan ketertiban umum dan menegakkan aturan tentang batasan untuk melakukan unjuk rasa sesuai UU Nomor 9 tahun 1998 tersebut, terang Kabid Humas Polda Sulsel. (*).

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.