SPIRITNEWS.COM INDEPENDEN TERPERCAYA

****ONLINE-SPIRIT.COM****DITERBITKAN OLEH: PT. LAZUARDI BUKIT BINTANG NOMOR AHU-0041037.AH.01.TAHUN 2018, PENGESAHAN BADAN HUKUM PERSERO TERBATAS, DITETAPKAN DI JAKARTA 30 AGUSTUS 2018, NOMOR DAFTAR PESEROAN NOMOR AHU-0113857.AH.01.11. TAHUN 2018 TANGGAL 30 AGUSTUS 2018, * SELALU MENDAHULUKAN CEK DAN RICEK,DENGAN PRINSIP NETRALITAS, AKUNTABEL SERTA TERPERCAYA,DALAM PENYIARAN DENGAN MENULIS SESUAI PAKTA,ITULAH KORAN SPIRITNEWS "JADIKANLAH KORAN SPIRITNEWS DAN ONLINE-SPIRIT.COM,BACAAN SEHARI HARI,SERTA MEDIA PEMBERITAAN SEGALA KEGIATANNYA "****
Pangdam VII/Wrb,Kunjungi Tiga Makam Pahlwan di Gowa
Pangdam VII/Wrb,Kunjungi Tiga Makam Pahlwan di Gowa

Pangdam VII/Wrb,Kunjungi Tiga Makam Pahlwan di Gowa

Foto,Pangdam VII-Wrb bersama rombongan saat di makam Raja ke-XVI tersebut, Mayjen TNI Agus,lalukan doa bersama kepada Allah SWT agar Arwah Sultan Hasanuddin.


SpiritNews.com.-Pangdam Wirabuana Mayjen TNI Agus S.B,melakukan ziarah ke makam pahlawan nasional yang ada di Makassar dan sekitarnya,disela-sela padatnya aktivitas menjalin silaturahmi dengan ummat nasrani yang saat ini merayakan Hari Raya Natal 2016.

Sementara selepas berkunjung di Kodim 1409/Gowa, Mayjen Agus melanjutkan perjalanan dengan berziarah ke makam pahlawan nasional,yang se ikon Kota Daeng,Sultan Hasanuddin (25/12).


Pada kesempatan tersebut,Pangdam VII-Wrb bersama rombongan saat di makam Raja ke-XVI tersebut, Mayjen TNI Agus,lalukan doa bersama kepada Allah SWT agar Arwah Sultan Hasanuddin diberikan tempat yang layak di sisinya sesuai amal dan jasa perjuangannya, generasi penerus bangsa mendapatkan berkah serta diberikan karakter pemberani seperti Sultan Hasanuddin dalam menjaga dan mengisi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Nama pahlawan nasional yang satu ini menjadi inspirasi pemberian nama Kodam XIV/Hasanuddin sebelum berubah menjadi Kodam VII/Wirabuana. Artinya, secara historis Sultan Hasanuddin masih memiliki ikatan yang kuat dengan Kodam Wirabuana.

Menurut penjaga makam, baru Mayjen Agus S.B pejabat Pangdam Wirabuana yang melaksanakan ziarah ke makam pahlawan yang mendapat julukan De Haantjes van Het Osten dari Kolonial Belanda yang artinya Ayam Jantan dari Timur.


Setelah dari makam Sultan Hasanuddin, Mayjen Agus bersama ibu Bella Agus menuju ke makam Pahlawan Nasional lainnya yang merupakan pejuang asli Sulawesi Selatan, Syekh Yusuf. Pejuang sekaligus penyebar ajaran agama Islam di Sulawesi bahkan dalam dan luar negeri. Karena kalah perang dengan Belanda pada masa perang Kesultanan Gowa, Syekh Yusuf diasingkan di Banten.

Dan semasa di pengasingan kegiatan pahlawan yang mendapat gelar dari rakyat Sulawesi Selatan dengan sebutan Tuanta Salamaka Ri Gowa ini terus mengembangkan Islam dan menentang kolonial Belanda, maka pengasingannya pun dipindahkan ke Srilanka dan ke Cape Town Afrika Selatan hingga beliau wafat. Di makam pahlawan yang wafat pada 23 Mei 1626 (72 tahun) tersebut.

Mayjen Agus S.B dan rombongan berdoa bersama dan melaksanakan tabur bunga seperti halnya di makam Sultan Hasanuddin. Mayjen Agus berharap nilai kejuangan dan karakter kuat Syekh Yusuf yang berbasis iman dan taqwa dapat menjadi teladan bagi generasi muda bangsa Indonesia.

Selanjutnya Pangdam dan rombongan bergerak menuju ke makam Pangeran Diponegoro. Pahlawan Nasional dari Jogyakarta yang meninggal dunia dalam pengasingan Belanda di Makassar.

Makam pahlawan yang lahir dengan nama Bendara Raden Mas Antawirya terletak di tengah Kota Makassar, yang tidak terlalu jauh dengan Benteng Ford Rotterdam. Benteng Ford Rotterdam merupakan tempat pengasingan dan penjara terakhir Pangeran Diponegoro hingga wafat.

Pangeran Diponegoro terkenal karena memimpin perang Jawa melawan kolonial Belanda selama kurun waktu 1825-1830,karena kepahlawanan Pangeran Diponegoro,selalu diabadikan sebagai nama salah satu Kodam yakni Kodam IV/Diponegoro di Jawa Tengah,ujar Pangdam.

Sambung Mayjen TNI Agus Surya Bakti,pada kesempatan tersebut berharap agar semua jiwa kepahlawanan para pendahulu dapat menjadi teladan dan petunjuk bagi prajurit dan generasi muda dalam menghadapi tantangan kemajuan zaman.

Sementara dalam kegiatan tersebut Pangdam Wirabuana Mayjen TNI Agus SB didampingi oleh Asintel Kasdam Kolonel Inf Toyib Anwari, Aspers Kasdam Kolonel Inf Heri Pribadi, Danpomdam Kolonel Cpm Muhammad Yusrif Guntur, Kajasdam Kolonel Inf Soleh, Kabintaldam Kolonel Kav Bokiyar.(*).Sumber berita Pendam VII/Wrb.

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.