INDEPENDEN DAN TERPERCAYA

****ONLINE.SPIRIT.COM**** DITERBITKAN OLEH : YAYASAN SPIRIT NURHIKMAH, ****NOMOR : 12.AKT-NH/ SKU-IV/2015 SK PENGESAHAN KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM, ****NOMOR AHU - 0005801.AH.011.04/TAHUN 2015 , TANGGAL: 20 APRIL 2015****,--SELALU MENDAHULUKAN, CEK DAN RICEK, DENGAN PRINSIP NETRALITAS, AKUNTABEL SERTA TERPERCAYA, DALAM PENYIARAN DENGAN MENULIS SESUAI PAKTA, ITULAH KORAN SPIRITNEWS " JADIKANLAH KORAN DAN ONLINE-SPIRITNEWS.COM,BACAAN SEHARI HARI, SERTA MEDIA PEMBERITAAN SEGALA KEGIATANNYA "****
Kapolda Anto,Siapkan Pengamanan Berlapis di Peringatan Hari Anti Korupsi
Kapolda Anto,Siapkan Pengamanan Berlapis di Peringatan Hari Anti Korupsi

Kapolda Anto,Siapkan Pengamanan Berlapis di Peringatan Hari Anti Korupsi


Foto,Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Anton Charliyan

SpiritNews.com.- Inspektur Jenderal Anton Charliyan selaku Kepala Kepolisian Sulawesi selatan di Makassar mengatakan sudah menyiapkan pengamanan untuk aksi unjuk rasa peringatan Hari Antikorupsi Sedunia yang pada hari Jumat, 9 Desember 2016.

Sementara itu dikatakan bahwa kita sudah siapkan pengamanan berlapis-lapis, mulai pasukan polwan hingga sabhara yang tak memakai peralatan yang memakai (peralatan)," kata Anton di Mapolda, Kamis, 8 Desember,lanjut Anton menyebutkan jumlah personel yang disiapkan sekitar 2.074 orang khusus untuk Kota Makassar. "Pengamanan ini sudah termasuk TNI, itu di luar Polrestabes," ucap jenderal bintang dua ini.

Irjen Pol Anton Charliyan,menuturkan hampir seluruh kampus di Makassar Saat akan diantisipasi. Namun Anton meyakini mahasiswa di Sulawesi Selatan tak bakal bertindak anarkistis,selain itu menurutnya kita sudah koordinasi dengan pihak yang akan melakukan aksi dan alhamdulillah mahasiswa Sulawesi Selatan sudah dewasa,ucap Anton.

Di lain sisi, ia menyatakan pihaknya bakal memberikan penghargaan kepada pengunjuk rasa yang tertib. Misalnya, penghargaan berupa sertifikat, piagam, atau uang pembinaan. "Mahasiswa di Sulsel ini satu-satunya yang tak terkontaminasi di Indonesia," ucapnya.

Selain itu, lanjut Anton, aksi unjuk rasa ini sebagai evaluasi di akhir tahun. Karena itu, Anton tak akan melarang mahasiswa menyampaikan aspirasi. "Ini malah sebagai representasi era demokrasi. Bagaimana cara menyampaikan aspirasi yang kritis, humanis, damai dan simpatik," tuturnya.

Wakil Rektor III Bagian Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin Abdul Rasyid yang akrab disapa Cido mengatakan mahasiswa harus menyampaikan aspirasi sesuai dengan mekanisme. Sebab, ini merupakan hak bagi warga negara, termasuk mahasiswa.

"Kita hanya tak ingin jika aksi itu berakhir negatif. Jadi harus tetap dikawal dan dipantau terus. Jangan sampai ada yang memanfaatkan situasi," ujar Cido dalam acara silaturahmi antara Kapolda Sulawesi Selatan dan Forum WR III di Mapolda. (*).Sumber berita Tempo.co.

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Fusce justo lacus, sagittis vel enim vitae, euismod adipiscing ligula. Maecenas cursus gravida quam a auctor. Etiam vestibulum nulla id diam consectetur condimentum.